Football Manager and “Forex Manager”

Keduanya berstatus Self Employe, sebab keduanya sama2 menjual jasa dalam menjalankan / mengelola dana yg diamanatkan oleh seseorang atau lembaga. Perbedaannya kalo Manager klub sepakbola pemilik dana disebut Presiden klub sedangkan Forex disebut Nasabah. Yg menjadi hal penting dalam hal ini adalah seorang nasabah mesti cerdas dalam memilih “Manager Forex” (biasa disebut Account Executive/Pialang/Broker dll). sama halnya dg pemilik klub2 sepakbola. Joan Laporta (pemilik Barcelona) tentu tidak hanya “berjudi” ketika mengangkat Josep “Pep” Guardiola sebagai Manager meski dia masih minim pengalaman, demikian pula Fiorentino Perez (Pemilik Real Madrid) tidak serta merta menuruti semua keinginan Jose Mourinho (Manager Real Madrid) meski dia sudah mempersembahkan banyak gelar bagi klub2 yg pernah ditanganinya. Terdapat target yg mesti dicapai sehubungan dg dana yg telah dikeluarkan oleh klub juga terdapat konsekwensi atas kegagalan (dipecat). Demikian pula utk menjadi seorang nasabah dalam dunia Forex mesti ada target berapa besar profit yg diharapkan, berapa besar toleransi kerugian dan kapan kerjasama dg Manager Forex itu mesti diakhiri. Tidak jarang seorang nasabah mesti berulangkali menambah (Inject) dana ke account tradingnya dg jumlah yg cukup besar supaya transaksi minus (Floating Loss) dapat diselamatkan namun yg terjadi justru malah habis. Disinilah pentingnya kecerdasan bagi seorang nasabah untuk mengevaluasi Capability & strategi trading dari “Manager Forex”nya. Sama halnya dg pemilik klub sepakbola ketika timnya terpuruk di klasemen tentu tidak serta merta menambah pengeluaran untuk membeli pemain2 baru tetapi lebih memilih untuk mengevaluasi kapasitas & kelayakan dari Managernya (umumnya lebih banyak yg memecat sang Manager). Transaksi Forexpun demikian ketika suatu strategi trading menghasilkan kegagalan (Rugi) maka ditambah dana (Inject) berapapun endingnya akan sama (Habis), bisa diibaratkan strategi trading (Analisa, Money Management, Decision dll) adalah sebuah drum dan modal adalah air. Ketika sebuah drum itu bocor tak peduli berapa puluh liter air yg dimasukkan akhirnya tetap akan habis juga, cuma waktu saja yg membedakan habisnya air 5 liter (modal kecil) & air 50 liter (modal besar). Sebab Hanya Orang Bodoh Berharap Hasil Berbeda Dari Cara Yang Sama.

Kesamaan lain adalah dalam menentukan target, untuk pemilik klub sepakbola target yg dibebankan pada Manager umumnya adalah menjuarai liga dan untuk menjuarai liga Manager mesti mampu membawa timnya meraih lebih banyak kemenangan (dg skor besar) daripada hasil imbang ataupun kalah (dg skor kecil). Seorang Manager Forex juga mesti mampu meraih lebih banyak hasil profit (dg pip besar) daripada B.E.P (impas) ataupun rugi (dg pip kecil) dalam transaksinya. Dalam menentukan target tentu harus realistis, Seorang pemilik klub tentu naif & tidak realistis bila menuntut Manager utk meraih kemenangan diseluruh pertandingan yg dijalani oleh timnya (dg dana tak terhingga sekalipun) demikian pula seorang nasabah juga mesti realistis serta wajib mengevaluasi secara berkala hasil transaksi “Manager Forex”nya, lebih dominan manakah antara hasil loss dg profit ? serta minus atau surpluskah equitynya. Selanjutnya untuk seorang pemilik klub mesti bijak dalam menentukan target, hal ini berkaitan dengan dana yg dikeluarkan. Target pemilik klub Wigan Athletic (klub liga premier Inggris) hanyalah mampu eksis di EPL atau tidak terdegradasi serta syukur2 bisa lolos ke liga eropa karena budget dana yg dikeluarkan jauh dibawah Big Five (Man City, Man United, Chelsea, Arsenal & Liverpool). Hal tersebut sangat bertolak belakang dg target dari pemilik klub Manchester City, dg dana Jutaan Poundsterling (paling besar dari Big Five) yg telah dikeluarkan sangat naif bila menargetkan posisi empat besar apalagi hanya sekedar lolos degradasi. Senada dg hal tersebut dalam transaksi Forex memperoleh profit Rp. 20 juta tentu besar bila didapat dari modal Rp. 200 juta dan pastinya kecil dari modal Rp. 2 Milyar.

Modal besar memang menjadi faktor penting bagi sebuah klub untuk meraih gelar juara namun itu bukanlah faktor utama strategi, mental dan money management merupakan faktor yg lebih penting. Sebagai contoh Juara dari English Premiere League 2011-2012 adalah Manchester City dg raihan 89 point di sisi lain Manchester United jg meraih point yg sama (kalah selisih gol). Dari sisi gelar Man City adalah pemenangnya namun dari sisi Efektif dan Efesiensi pembiayaan Man United adalah pemenangnya sebab dg meraih point yg sama pengeluaran MU lebih sedikit 30.340.669 Poundsterling atau Rp. 424.769.366.000,.(dg kurs 1 Gbp/Rp.14.000). So, tidak beda dg transaksi Forex, Strategi Trading (Analisa, Money Management, Decision dll) menjadi faktor yg lebih penting daripada modal besar.

Terakhir dan paling utama adalah Mental, ini pula yg membedakan antara pemenang & pecundang. Manager klub yg sukses meraih banyak trophy pasti memiliki mental juara, seseorang yg berkarakter kuat, percaya diri dan mampu memotivasi timnya bangkit dari kekalahan untuk meraih kemenangan (Terlepas berkarakter Arogan sprti Jose Mourinho atau Otoriter sprti Sir Alex Ferguson) serta bertanggungjawab penuh terhadap timnya. Begitu pula dg “Forex Manager” ia harus mampu bangkit dari transaksi loss menjadi profit serta bukan seorang yg menyalahkan Market.

Penulis oleh Arivandro