Kisah Perjalanan Seorang Trader #1

/, Blog/Kisah Perjalanan Seorang Trader #1

Kisah Perjalanan Seorang Trader #1

Kisah perjalanan seorang Trader #1 by DRAGONIAN

2008, Awal Perkenalan

Pertengahan tahun 2008 ketika baru lulus dari jenjang SMU saya mulai tertarik untuk berbisnis secara online yang waktu itu sedang booming. Periode tersebut sedang ramai – ramainya pemain adsense, paid to click dan juga istilah internet marketing.

Ketika browsing di salah satu website tentang bisnis online ada satu paragraf yang menarik perhatian saya yaitu istilah trading forex. Disana dijelaskan bahwa trading forex bisa menghasilkan sampai satu juta rupiah sehari,,, Wow too good to be true begitu yang terlintas di pikiran saya. Setelah membaca artikel tersebut tidak langsung mencari tahu apa itu trading forex justru saya fokusnya ke browsing tentang adsense.

2010, Mulai Penjajakan

2 tahun kemudian saya ketemu lagi istilah forex yang selama ini hanya sempat mampir dari sebuah paragraf. Ketika itu ramai orang berinvestasi dengan skema Ponzi yang mengatasnamakan trading forex.. Ada satu website yang sangat menggiurkan yang hanya dengan membeli 1 paket investasi sebesar Rp 200.000 maka dijanjikan keuntungan 30% per minggu. Saat itu gaji saya hanya sebesar Rp 600.000 sebulannya.

Dengan mengorbankan sepertiga gaji saya transfer uang ke website tersebut dan apa yang terjadi ? seminggu kemudian website tersebut tutup…

 

Frustasi harus bisa bertahan hidup dengan sisa uang Rp 400.000 untuk sebulan kedepan…

2010 Akhir, Masa Pembelajaran

Sekitar medio Oktober 2010 saat iseng ke sebuah warnet yang hanya berjarak 5 rumah dari tempat bekerja saya kembali browsing tentang trading forex. Tanpa sengaja si pemilik warnet, yang saat ini menjadi sahabat dekat, melihat website yang saya buka.

Dari sanalah obrolan mulai terbuka, bagaimana kisah saya kena tipu trading forex yang ternyata hanya skema Ponzi. Dari obrolan itu dia bercerita bagaimana temannya sukses trading forex di desa sebelah, bagaimana pagi pagi sudah menarik uang bertumpuk di meja.

 

Sejak itu setiap hari saya intens ngewarnet di tempat itu sambal sesekali ngobrol bagaimana bisnis ini, ada satu kalimat yang membuat saya tergugah untuk mulai trading.

“ Kamu itu pinter Bahasa Inggris , kenapa tidak trading sendiri ? Jangan invest ke orang yang gak jelas untung ruginya atau uangnya itu dikemanain ?”

Tahun 2010 itu masih sedikit situs yang berbahasa Indonesia yang menjalaskan teknik forex begitupun juga ebook, dari sanalah saya mulai mendownload ebook – ebook berbahasa inggris dari situs 4shared (tempat penyimpanan popular waktu itu )

Oh ya sejak saat itu karena intens, saya gak pernah lagi bayar warnet, heheheh…

Sekitar seminggu kemudian saya memutuskan deposit senilai satu juta rupiah di broker Marketiva, broker popular waktu itu. Namun teman saya membuka akunnya di broker FXOPEN.

Kata dia di marketika itu profitnya lebih sedikit, nah loh saya bingung ..

Waktu itu walaupun sudah deposit uang real namun belum ngeh dengan istilah leverage, sekarang jadi pengen ketawa wajarlah fxopen lebih gede profitnya sebab leveragenya sampai 1:500 sementara marketiva hanya 1:100 sehingga bisa buka lot lebih gede…

 

Apa yang terjadi saudara-saudara …

Saya mulai trading di fxopen jam 19.00 WIB, jam 19.30 balance jadi 200 dollar, wuih gede banget tahan Ah… dan jam 20.00 kena margin call ….

Dasar pemula, pertama trading bukannya belajar dulu malah langsung depo gede lot gede… dan itu uang hasil minjem sama bos di tempat gawean….

Jadilah hutang, mirisnya temen saya juga dengan nominal sama, sama-sama margin call, sama duit hutang, bedanya itu uang arisan yang 2 minggu lagi mesti dibayar…

2011, Masa Naik Daun

Sejak kejadian itu saya semakin belajar tentunya sambal bayar cicilan hutang, mulai deposit lagi dengan nominal kecil hanya 10$ di tahun inilah saya pertama kali kenal dengan Broker Insta Forex dari keyword bisnis gratis di google dan nyasar ke forum indo mt5 diaman saya bergabung di akhir Desember 2010.

Awalnya gak percaya tuh forum bisa bayar namun gak salah coba, selain tanpa modal duit cuma modal koneksi yang gak seberapa sama ngetik . Dan sebulan berlalu dan ternyata tuh forum bener-bener ngebayar, lumayan modal gratis. Dari sana bisa profit beberapa puluh dollar sebulannya.

Tanpa sengaja banyak rekan-rekan kerja yang memperhatikan, lambat laun banyak berminat invest dengan sharing profit..

Dari satu dua juta rupiah, satu dua orang, dan boom balance akun menyentuh 20.000$…

Profit terbesar waktu itu adalah pas kejadian tsunami di Jepang dimana saya memperoleh profit $ 1.000 hanya di sesi Tokyo.

 

Ini adalah masa masa jayanya saya dari skema sharing profit bulan Maret 2012 saya bisa menikah, dengan uang sendiri tanpa meminta ke orang tua bahkan tiket pesawat orang tua saya yang bayar, berhubung istri saya berbeda pulau, saya di jawa dia di sumatera..

 

Dengan balance besar mulai banyak keinginan pengen profit lebih gede mau ribuan dollar sehari kalua bisa, namun ternyata ini lamah jadi bencana, nafsu tidak terkendali, lot mulai membesar dana akun terbabat habis, walhasil akun margin call dan hutang kemana-mana…

2018 – sekarang Masa Investasi

Sampai sekarang hutang masih ada namun di tahun inilah saya mulai berpikir ulang mengenai trading.

Trading adalah seni investasi bukan lagi spekulasi seperti di awal-awal karir trading saya. Bahwa membuka sebuah posisi mesti dipikirkan kapan mau take profit kapan mau stop loss. Stop loss sebuah istilah yang selama ini selalu saya hindari, saya lebih memilih floating sehingga tanpa sadar itulah penyebab margin call.

Bagaimana jika ada tsunami lagi ?

Bagaimana dengan Black swam saat SNB intervensi atau kejadian Brexit ?

Dulu saya hanya tidur 4-6 jam sehari menunggui computer hanya untuk menyaksikan profit berubah menjadi loss.

Tidak ada trading plan yang ada hanya keinginan untuk meraih profit.

Trading full lot sampai margin level habis, leverage setinggi-tingginya.

Balance saya saat ini hanya beberapa ratus dollar dengan profit hanya 10-20 dollar namun hidup saya tenang sebab bisa membagi fokus dengan keluarga.

 

Oh iya lupa, di Bulan Agustus 2011 saya resign dari pekerjaan dan menjadi full time trader sampai hari ini…

By |2018-11-23T13:29:00+00:00November 23rd, 2018|Artikel Forex, Blog|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment